• Minggu, 28 November 2021

SOP Keselamatan Dibenahi Pantai Karapyak Dibuka Sabtu Ini

- Kamis, 4 November 2021 | 18:53 WIB
pantai karapyak dibuka kembali
pantai karapyak dibuka kembali

Pangandaran - Objek wisata pantai Karapyak Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran akan dibuka kembali pada akhir pekan ini atau pada Sabtu (6/11/2021).

Kebijakan itu diambil setelah Pemerintah Kabupaten Pangandaran memastikan adanya perbaikan dengan sarana dan prasarana penunjang keselamatan wisatawan.

"Kami sudah evaluasi dan koordinasi agar kecelakaan tidak terulang, intinya wisatawan tidak boleh main air di pantai Karapyak," kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata usai memimpin rapat di pantai Karapyak Pangandaran, Kamis (4/11/2021).

Pemerintah akan mendirikan 5 pos pemantauan yang melibatkan 15 personil penjaga pantai. Tim Balawista diminta bergerak cepat untuk menambah 8 personil yang bar tersedia saat ini, dengan melatih warga setempat untuk menjadi tim penjaga pantai.

"Panjang pantai sekitar 2.000 meter nanti dibuat 5 pos, jadi setiap 400 meteran ada pos pemantau. Kemudian dipasang woro-woro imbauan larangan berenang secara berkala agar wisatawan terus diingatkan," kata Jeje didampingi Kepala Dinas Pariwisata Tonton Guntari.

Selain itu akan dipasang bendera di tengah hamparan karang, agar ketika pantai surut dan wisatawan memungut kerang atau kelomang di saat air surut, mereka memiliki patokan batas aman.

Keluarga Korban Masih Bertahan


Sementara itu orang tua korban kecelakaan laut yang terjadi pada hari Minggu lalu, masih bertahan di pinggir pantai. Mereka mendirikan tenda seraya berharap jenazah korban bisa segera ditemukan.

"Kami akan menunggu, sampai 7 hari setelah kejadian, sampai proses pencarian dihentikan," kata Adi Hadiyanto (39) warga Pataruman Kota Banjar, bapak dari korban tenggelam Muhammad Usamah Salahudin (13).

Adi mengaku sudah pasrah dan ikhlas apa pun yang terjadi pada anak semata wayangnya itu. Dia mengaku memilih bertahan untuk menuntaskan rasa penasaran dan kesedihan akibat musibah itu.

"Mudah-mudahan anak saya meninggal husnul khatimah, saya ikhlas," kata Adi.

Dia mengaku sudah berwisata ke pantai Karapyak sebanyak 3 kali dan menjadi destinasi favorit keluarganya.

Di hari nahas itu korban dan seorang sepupunya sedang asyik memungut kelomang dan kerang di hamparan karang yang agak surut. Namun sebelum kejadian aktivitas anaknya luput dari pantauan.
"Saya sedang mengantar ibu saya ke jamban, tahu-tahu ada kabar anak saya tenggelam. Kan waktu itu saya sekeluarga berwisata ke sini," kata guru madrasah itu.

Selama 5 hari berharap di tepi pantai, Adi dan keluarganya ditemani oleh tim psikososial Tagana Kabupaten Pangandaran. Tim ini memberikan pendampingan kepada keluarga korban.*

Editor: A Team

Tags

Terkini

Tiga Hotel di Pangandaran Disanksi Tipiring

Senin, 15 November 2021 | 17:54 WIB

Prokes Semakin Kendor Bupati Ancam Tutup Objek Wisata

Jumat, 5 November 2021 | 17:21 WIB

Asosiasi Manager Hotel di Pangandaran Dikukuhkan

Kamis, 4 November 2021 | 21:07 WIB

Evaluasi Sistem Keselamatan Pantai Karapyak Ditutup

Senin, 1 November 2021 | 16:49 WIB

Geliat Pariwisata Pangandaran di Hari Kerja Lesu

Senin, 11 Oktober 2021 | 18:15 WIB

Sejumlah Ruas Jalan di Pantai Pangandaran Rusak

Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:44 WIB

Ada Fasilitas Wisata Baru di Pantai Pangandaran

Jumat, 8 Oktober 2021 | 10:14 WIB

4 Ruang Publik di Ciamis yang Nyaman Disinggahi

Kamis, 23 September 2021 | 17:20 WIB

Target Vaksinasi Tercapai Pantai Batukaras Dibuka Lagi

Minggu, 19 September 2021 | 16:07 WIB
X