• Sabtu, 2 Juli 2022

Jelang Malam Pergantian Tahun Okupansi Hotel di Pantai Pangandaran Dibawah 50 Persen

- Jumat, 31 Desember 2021 | 11:56 WIB
Pesona keindahan matahari terbit di pantai timur Pangandaran. (faizal amiruddin)
Pesona keindahan matahari terbit di pantai timur Pangandaran. (faizal amiruddin)

TINTAPUTIH - Okupansi hotel di kawasan pantai Pangandaran di akhir tahun 2021 ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Tingkat hunian hotel per hari Jumat 31 Desember 2021 ini berada di bawah angka 50 persen. Padahal hari ini merupakan puncak libur tahun baru 2022.

"Okupansi hotel hari ini berada di angka 42,7 persen, jauh dari harapan kami," kata Ketua PHRI Kabupatena Pangandaran Agus Mulyana. Dia mengatakan situasi ini jelas dikeluhkan banyak pengusaha hotel dan restoran di pantai Pangandaran meleset dari prediksi sebelumnya.

Agus menjelaskan ada banyak dugaan terkait turunnya tingkat hunian hotel di pantai Pangandaran pada moment pergantian tahun ini. Salah satunya adalah indikasi wisatawan yang enggan berlibur di tengah banyaknya aturan perjalanan di masa libur Nataru.

"Banyaknya aturan yang diterapkan pemerintah turut mempengaruhi. Seperti adanya check point, wajib vaksinasi dan lainnya. Walau pun sebenarnya itu tidak terlalu mengganggu wisatawan karena pemerintah hanya sebatas memfasilitasi, tapi penafsiran atau asumsi calon wisatawan berbeda-beda, sehingga pada akhirnya mereka mengurungkan atau menunda agenda berwisata," kata Agus.

Baca Juga: Jelang Malam Pergantian Tahun Alun Alun Kota Banjar Ditutup

Hal lain yang menurut Agus mempengaruhi adalah adanya penutupan 12 ruang publik atau alun-alun yang dilakukan Pemkab Pangandaran. Langkah Pemkab Pangandaran mengimplementasikan instruksi Kemendagri dengan menutup ruang publik di malam pergantian tahun, juga diasumsikan berbeda oleh calon wisatawan.

"Terjadi hoax atau salah penafsiran, terkait kebijakan penutupan alun-alun atau ruang publik di Pangandaran. Padahal yang ditutup itu hanya alun-alun saja, tempat wisata tetap buka. Ini juga turut berpengaruh," kata Agus.

Disamping itu Agus menangkap adanya tren wisatawan yang menghindari 'peak season' atau waktu puncak keramaian. Mereka cenderung menghindari berwisata sampai harus menghadapi kemacetan atau berjubel.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

2,6 Juta Wisatawan Serbu Kabupaten Pangandaran

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:57 WIB
X